Minggu, 18 November 2012

10 MATA PEDANG SEDEKAH YUSUF MANSUR

Hadist, dan atsar shahabah disebutkan beberapa keutamaan sedekah dan orang yang melakukannya. Baca dan renungilah dalil-dalil dibawah ini, semoga Allah memberi hidayah sehingga sikap bakhil dan kikir tidak bersemayam didalam hati kita dan segera diganti dengan sikap suka memberi.

1. Amalan yang Utama

Rasulullah SAW telah bersabda:
“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan diatas adalah yg memberi dan tangan di bawah adalah yang menerima”(HR. Muslim)

Umar Bin Khathtab pernah berkata:
“Sesungguhnya amalan-amalan itu saling membanggakan diri satu sama lain, maka sedekahpun berkata (kepada amalan- amalan lainnya),’Akulah yang paling utama diantara kalian’

2. Melindungi Dari Bencana

Rasulullah SAW pernah bersabda seperti dibawah ini:
“Obatilah orang sakit diantara kalian dg sedekah”

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan:
“Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yg menakjubkan utk menolak berbagai macam bencana sekalipun pelakunya orang yang fajir (pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara sedekah tersebut…”

3. Berlipat Ganda Pahalanya

Allah SWT telah berfirman:
“Perumpamaan (infak yg dikeluarkan oleh) orang-orang yg menginfakan hartanya di jalan Allah adalah serupa dg sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiapbulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yg Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui(QS.Al-Baqarah:261)

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barangsiapa bersedekah senilai satu biji kurma yg berasal dari mata pencaharian yg baik—dan Allah tidak akan menerima kecuali yg baik—maka sesungguhnya Allah akan menerimanya dg tangan kanan-Nya, kemudian dipelihara untuk pemiliknya, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah itu menjadi (besar) seperti gunung”

4. Dapat Menghapus Dosa dan Kesalahan

Rasul SAW bersabda:
“Bersedekahlah kalian, meski hanya dg sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api”

Beliau juga menasehatkan kepada para pedagang:
“Wahai sekalian pedagang,sesungguhnya setan dan dosa menghadiri jual beli kalian, maka sertailah jual beli kalian dengan sedekah.”

5. Menjadikan Harta Berkah dan Terus Berkembang

Allah SWT berfirman:
“Katakanlah,’Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rejeki bagi siapa yg dikehendaki diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yg dikehendaki-Nya).
Dan apa yg kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rejeki sebaik-baiknya.(QS.Saba’:39)

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah akan mengembangkan sedekah kurma atau sepotong makanan dari seorang diantara kalian, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda atau anak untanya, sehingga sedekah tersebut menjadi besar seperti bukit Uhud”


6. Melapangkan Jalan ke Surga dan Menyumbat Jalan ke Neraka

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg di sediakan utk orang-orang yg bertakwa. (Yaitu) orang-orang yg menginfakkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dam memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang yg berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imron:133-134)

Rasulullah SAW bersabda:
“Buatlah penghalang antara dirimu dan api neraka walau hanya dg separuh butir kurma.”

7. Menjadi Bukti Keimanan

Di dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda:
“Sedekah adalah menjadi burhan(bukti).” (HR.Muslim)
Maksudnya, sedekah adalah bukti keimanan pelakunya.Sesungguhnya orang munafik menolak keberadaan sedekah karena tidak meyakininya. Barangsiapa yg mau bersedekah, maka hal itu menunjukkan kebenaraan imannya.

Rasul SAW juga bersabda:
“Sifat iman dan kikir tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.”


8. Membawa Keberuntungan dan Merupakan Pintu Gerbang Semua Kebaikan

Allah SWT berfirman :
“Dan barang siapa yg dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yg beruntung.”
(QS. Al Hasyr:9)

Dalam ayat lain, Allah juga menegaskan:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yg kamu cintai, dan apa saja yg kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”( QS.Ali Imran:92)


9. Akan Mendapat Naungan di Padang Mahsyar

Sedekah akan menolong pelakunya dari kesengsaraan dalam perjalanan menuju alam akhirat, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap orang akan berada dibawah naungan sedekahnya, hingga diputuskannya perkara-perkara diantara manusia”

Didalam hadits lain Beliau juga bersabda:
“Naungan seorang mukmin di hari kiamat adalah sedekahnya”(Shahih Ibnu Khuzaimah 4/95)

10. Pahalanya Akan Mengalir Terus Walaupun Telah Mati

Rasul SAW bersabda:
“Pahala amalan dan kebaikan yg bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya—Beliau menyebutkan diantaranya--,(yakni)musyaf yg ia tinggalkan,masjid yg ia bangun,rumah untuk orang yg dalam perjalanan yg ia bangun, sungai yg ia alirkan, atau sedekah yg ia keluarkan dari hartanya dikala sehat dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya.”

Ikuti Jalan Sehat Majelis Dhuhaa Nasional,
bersama Ustadz Yusuf Mansur.
Ajak keluarga dan rekan anda.
Ahad 17 Januari 2010, jam 06.00.
Lapangan Tegar Beriman, Kab. Bogor.
Biaya 20.000 per/orang.

Acara:
Dhuhaa bersama, Senam Kebugaran, Jalan sehat,
Tausiyah dan Hiburan, Bazaar, dan Game seru.
Info pendaftaran:
0251 2279777 / 08567373701 (Bogor)
08121103150 (Cibinong)
081806622272 (Jakarta)

Sumber : https://www.facebook.com/notes/yusuf-mansur-network/10-mata-pedang-sedekah/247946225209

Perjalanan Hidup bersama Allah 6 Yusuf Mansur

Malam sahabat semuanya yang dirahmati allah swt ,
mungkin ini adalah postingan terakhir tentang Kisah 

Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah Yusuf mansur, 

Kali ini kumpulan ustad akan berbagi informasi tentang Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 6 Yusuf Mansur yaitu kisah terakhir dari yusuf mansur, semoga bermanfaat. aminn...



Pernah saya tunjukkan kepada istri saya, sebuah riwayat indah pasangan abadi sepanjang masa :
Sayyidatinaa Fathimah dan Sayyidina Ali. Seseorang yang pernah saya rindukan wajahnya untuk saya lihat.
Dulu saya pernah mengaji tentang imam Ali. Beliau kata guru saya diriwayatkan tidak pernah melihat kemaluannya, dan karena itu beliau digelari Karromawloohu Wajhah, wajah yang dimuliakan Allah. Tentu lepas dari itu, sebab memang beliau sangat menjaga mata, menjaga pandangannya.

Nah suatu hari saya tunjukkan satu riwayat tentang istrinya, yakni Sayyidatinaa Faathima Rodhiyallahu’ anhaa, Suatu hari, Fatimah berkata kepada suaminya. Perkataan Fatimah ini membuat saya hampir menangis, “Jika aku mati begitu kata Fatimah, “Mandikanlah aku dengan tanganmu wahai suamiku. Berikan bidara dan kafani aku, serta kuburkanlah aku diwaktu malam. Jangan sampai ada yang memandikan aku kecuali engkau wahai suamiku, dan jangan ada yang menyaksikan perkuburanku. Aku tidak menambah wasiatku dan aku titipkan engkau wahai suamiku kepada Allah sampai aku bertemu dengan mu kelak.. Jama’awloohu baini wa bainaka fii daarihii wa qurbi jiwaarih, Semoga Allah mengumpulkan aku dan engkau suamiku di Rumah-Nya dan di sisi-Nya. Dan istri saya pun berkaca-kaca matanya ketika saya katakan lembut kepadanya bahwa saya pun akan memegang wasiat ini kalau beliau menutup matanya kelak. Kecuali barangkali soal penguburan yang tidak mungkin zaman sekarang tidak ada yang tidak mengetahuinya.

Pergantian tahun 1430 H ke 1431 H sudah berlangsung. Dan pergantian tahun 2009 ke 2010 pun sudah akan kembali menjelang. Diantara muhasabah semua manusia di muka bumi, selain ia sebagai anak bagi orang tuanya, orang tua bagi anaknya, saudara bagi saudaranya, kawan bagi kawannya, adalah juga ia sebagai suami atau istri pasangannya. Selamat merenungkan apa ada kesalahan kita sebagai manusia kepada orang yang begitu sangat dekat dengan kehidupan kita. Salam buat semua belahan Jiwa.

Yusuf Mansur
Sumber : Yusufmansur.wordpress.com

Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 5 Yusuf Mansur


Masih melanjutkan artikel atau postingan yang sebelumnya yaitu tentang Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 4 Yusuf mansur, 

untuk postingan kali ini yaitu membahas tentang Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 5 Yusuf Mansur

Penasaran seperti apa ceritanya,silahkan simak artikel dibawah ini semoga bisa bermanfaat buat kita semua,dan bisa mengambil hikmahnya. amin ya robbal alamin..

” Ga ada bangku lagi”

Kalo buat orang betawi, pantangan makan sambil berdiri. Jangan kata makan besar, makan2an ringan aja, pantangan berdiri. Bahkan minum. Minum pun kalo bisajangan berdiri. Kemaren masih inget ya saya ditawarin makan?. Jadilah tuh saya makan. Saya masuk kedapurnya pertama kali semua lantainya tanah. Hanya ada 1 ruangan keramik. Yaitu tuang tamu. Masih tergambar dengan jelas oleh saya bentukan ruang tamu. Sofa rombeng menghias uang tamu, hehe. Sofa somplak kamimenyebutnya. Tp didudukinnya enak. Sebab kali halal belinya. Disitu mertua sama sodara2nya ngumpul2, sambil nyari kutu, hehehe.

Iya, agenda nyari kutu udah dak ada ya sekarang mah. Padahal jg kalo saya tanya mertua, gak ada juga kutunya. Cuma iseng aja. Ngebersihin pake tangannya beliau punya anak atau punya sodara. Tar ganti2an.

Setelah siap makan siang dihidangkan, saya kedapur
” Pake sendalnya…” kata pemilik rumah. Ya sebab sekeliling ruangan yg lain masih tanah. Kudu pake sendal. Alhamdulillah saya diambilkan bangku. Bangku ditarik, dan saya dipersilahkan makan. Maemunah juga mau makan. Saya lihat dia makan sambil berdiri, spontan saya menegur…”De makan koq sambil berdiri…Duduklah”
Jawaban maemunah membuat hati saya pilu.
Jadi nyesel saya nanya.
Emang jawabannya apaan?
Jawaban Maemunah, ” Ga ada bangku lagi..ka”. Datar

Saya sontak ngelihat kekiri dan kekanan. Ya ga ada bangku lagi. Alias bangku yg saya pakai buat duduk inilah satu2nya. Bangkunya bekas anak SD Negeri. Dari kayu. Dan bnr2 ga ada bangku laen!

Asli. Saya nyesel udah nanya. Nanya bukan nanya, tp negor negor kenapa makan sambil berdiri. Tp di situ tuh. Disitu saya membara di dada, dihati dan pikiran. Kalo emang ditakdirin menikah dgn Maemunah ini saya mau nyenengin. Tau gak?, sederhana sekali saat itu keinginan saya, mau beliin bangku hehehe. Saat itu saya tau diri. Ekonomi saya terlilit hutang, keadaan yg belum lagi normal, membuat saya hanya bisa berdoa semoga Alah mewujudkannya.


Dalam perjalanannya, saya kerap menasihati yg muda2, yang mau menikah. Nikah itu seperti hidup dan kehidupannya. Modalnya jangan duit. Tp iman dan ibadah, dan kebersamaan. Banyak anak2 muda yang berlimpah hidupnya, namun keberlimpahan itu malah membuatnya rapuh gak kuat. Banyaknya karunia, malah kemudian membuatnya boyor. Hidup serba ada diawal nikah itu, tidak selalu menjadi indah. Malahan bisa jadi awal bagi neraka kecuali dipegang sama yang hatinya kuat danbagus. Atau memang itu harta yg dibawa oleh si pasangan muda sebelomnya menikah, dan diperoleh dari keringatnya. Yg begini ini nih akan menjadi nostalgia disaat rumah tangga perlu pasangan yg kuat agar tidak gampang bubar.

Di awal2 saya menikah dan tinggal dirumah ini saya sering takjub. Karena bentuknya yg masih rumah jaman dulu, banyak binatang2 datang dengan damainya kerumah. Dan penghuninya pun tidak menanggapi terlalu gimana gitu. Pintu depan berongga, alias gak sampe tanah. Mungkin salah ngukur waktu belinya, kali gt. Sehingga kodok bisa dgn nyantainya masuk. Anak ayam aja nyelos, termasuk jg kucing. Bahkan Uler. Yg ini udah saya ceritain kemarenan, kisah yang lalu.

Juga karena ga make eternit, dan tembok kanan kiri rumah juga menyisain lobang sekitar 50CM, membuat uler2 kebon bisa seenaknya ngaso ngelingker di bumbungan eternit dari bambu gitu. Kalo lagi makan, seenaknya juga kadang kodok nontonin kami makan, hehehe. Belom uler yg ga pake permisi, Di rumah bang herman pun gitu, Bang Herman juga rumahnya setengah jadi sekelilingnya sawah ya keadaannya pun hampir rada sama.
Dan saya bersyukur saya pun terbiasa juga, rumah orang tua kami, di Bekasi bertahun2 ga kebangun. Tahu kan tipe 21 perumnas jaman dulu kayak apa dulu belinya?.

Ya kayak gitu,
jangan dibayangin kayak perumahaan jaman sekarang. Kalo perumahan jaman sekarang malah banyak yg udah full Furnished. Tapi kalo jaman dulu ya rumah batako, pengembangan diserahkan sm pembelinya. Rumah orang tua kami, ya rada2 miriplah. Bedanya di perumnas.

Semua saya syukuri. Ketika sekarang Allah berikan banyak rizki, banyak hikmah yang kami dapat. Selain bersyukur, hikmah lainnya adalah kami bisa memotivasi adik2 kamu, sodara2 kami, kawan2 kamu, bahwa sungguh menikah itu modalnya bukan uang. Besok2 dah ya saya terusin lagi ceritanya. Bagaimana saya memulai pernikahan di th 1999 itu dgn modal 500rb rupiah. Orang sekarang merasa menikah itu perlu duit yg banyak. Baik buat biayanya maupun tetek bengeknya. Akhirnya kemuliaan pernikahan sbg ibadah berdua, yang tadinya sendirian, malah menjadi hal yg gak diperhatiin lagi. Ok, terusin nanti ya. ( To be Continued )

Sumber : Yusufmansur.wordpress.com

Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 4 Yusuf Mansur


OK sahabat yang dirahmati allah swt, kali ini kumpulan ustad akan melanjutkan cerita Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 4 Yusuf Mansur yang sebelumnya tentang Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 3 Yusuf Mansur kali ini akan dilanjutkan , penasaran kisahnya seperti apa, silahkan lanjut untuk membacanya , semoga artikel ini bisa bermanfaat buat semuanya amin ya robbal alamin..

“Sayur Oyong Bening sama Sambel”

Ranjang berderit. Ini ditanyakan bahkan oleh adik saya mengupload tulisan ini. Ya ranjang berderit ini barangkali karena tempat tidur tua kali ya. Masya Allah, nbaru naikin kaki satu aja atau naro badan dikit, ini ranjang udah bunyi: Ngeeeek……Ngiiiiik….

Zaman engkong Nadi babehnya mertua saya, dua2nya udah almarhum, ini ranjang udah ada. Kebayang kan tuanya. Tapi tetap saya syukuri. Diranjang inilah ” Huurun iin”, Permata saya. Istri saya maemunah. yg kejaga pandangannya. Kejaga matanya. Kejaga juga tangan dan kakinya.

Subhanallaah…deh. Istri saya ini memang Subhanallaah.. kayak negeri dongeng. Dia ga pernah megang dan dipegang laki2. Karena mungkin umurnya. Saat itu baru 14 th. Tapi memang sih, 14 TH nya anak sekarang seperti saya bilang tempo hari, ya beda banget. Sebagai anak kampung, Maemunah kejaga. Sama seperti anak2 yang lain. Beruntunglah ketapang. Sebagai kampung kecil di pinggiran mentok Jawa Barat. TV baru ada di sono tahun-tahun 1990. Lumayan selamat dari pengaruh TV saat itu. Hanya satu dua orang kaya. Kalo ga juragan telor, juragan ayam, ya pak haji yang pergi haji pake jual tanah lalu besisa uangnya. Selebihnya, masyarakat petani dan pekebun. Kalaulah mereka ada duit, mereka pasti sudah akan memilih ditabung buat makan anak2nya, atau ditabung buat beli pupuk dan obat2an besawah dan beladang.

Sekarang perubahan nih kampung kelewat cepet. Perumahan meringsek, seiring dengan jadinya propinsinya banten. Tanggerang menggeliat. Ada sisi negatifnya. Embun pagi udah ga ada. Kabut sore hari juga udah gak ada. Dulu suara kodok, jangkerik, murah di dengar. Sekarang ?, wuah langka banget. Tokek juga jarang, Dulu nih ya uler aja keluar masuk rumah, biasa.
Kita-kita lagi nongkrong nih di depan rumah, diatas bale, dibawah pohon mangga 3 uler lewat begitu saja depan kami2. Menghentikan sejenak obrolan kami2. Tentu saja tanpa permisi hehehe. Yang namanya kodok masuk rumah, jangan ditanya dah. Ihhh, ceritanya kayak dimanaaa gitu yaa, tapi percaya atau tidak, sebagian Jakarta saja, 1995-1999 masih kayak gitu deh. Yakin. Sekarang mah kontrakan dimana-mana berdiri. Indomaret, Alfamart, bahkan Giant dan Carefour udah masuk kampung.

Istri saya dibesarkan di kultur Betawi yang pagi siang malam, mengaji. Sebagai gambaran nih ya, istri saya pendiam. Asli pendiam. Surabaya-Banyuwangi, yang pake bus bisa 8 jam, yakin, huruf a juga ga keluar dari mulutnya. Dia bilang, dia gak bisa ngomong. Bukan gak suka ngomong. Kawan-kawannya bilang, kalo ngerumpi, ga bisa ngajak si Nunun ( Panggilan kawan-kawan istri ke istri saya ). Ga seru. Ga pernah nimpalin.

Wah, kok jadi muji2 istri ya? Ga apa2 deh. Emang layak dipuji. Masaknya juga jago. Bikin sambelnya mantab. Istri saya ini juga wasilah saya semangat mencari rizki. Yah, para istri sangat berperan memberi semangat mancari rizki sebelom nikah, saya pernah silaturahim ke rumah istri. Sekitaran Agustus 1999. Waktu itu saya pulang ngajar di salah satu Madrasah di ketapang. Maenlah saya kerumah beliau Camer, Calon mertua, Saya ditawarin makan.
“Nun , kakanya sediain makan. Punya apa tuh kita?”, saya senang tp yang ditanya gelagapan. Sebab barangkali tahu, ni emak maen nawarin aja, ga mikir ga ada apa2. Gitu tuh cerita istri di kemudian hari.


Alhamdulillah, ternyata ada menu kesukaan saya. Sayur Oyong bening, alias a ada apa2nya lagi..Engga ding. Yah namanya aja udah sayur Oyong bening. Ya emang ga ada apa2 kecuali ya Oyongnya. Tapi di sebagian keluarga betawi yang berkecukupan, sayur oyong ini ditambah bakso, udang, tahu, dll. Tapi ya tetap alhamdulillah. Saat itu, makanannya saya, 1 Indomie buat 8 orang. Ya, saya tinggal dirumahnya Bang Herman. Abang2an saya. Dia anaknya 5. Sama saya jadi enam. Plus dia dan istrinya, 8. Karena serba pas2an, kadang lauknya itu mie rebus 1 bungkus. Yg penting Nyium wanginya. Gitu. Atau kaloi malam beli nasi goreng sebungkus kemudian dicampur nasi putih buat dimakan ber-8. jadi kl ada sayur oyong, wah itu udah barang langka buat saya.

Siang itu, saya dapet menu tambahan istimewa. Ada sambelnya Alhamdulillah, nikmat sekali. Emang ya jamaah, kalo ukurannya adalah ukuran bawah, maka segala nikmat yg terhidang niscaya bs disyukuri. Ada 1 kejadian, sblm makan, yg menjadi pemacu saya mencari rizki, dan sy inget sepanjang masa… ( Bersambung )

Inilah 6 Milyader Terkaya dan Terdermawan Di Dunia


Malam sabahat yang dirahmati allah swt, kali ini kumpulan ustad akan berbagi informasi tentang Inilah 6 Milyader Terkaya dan Terdermawan Di Dunia , 


mau tahu siapa saja orangnya, penasaran, silahkan simak artikelnya dibawah ini , Memiliki kekayaan yang sangat berlimpah memang tidak dapat dinikmati banyak orang. Mungkin dari seluruh penduduk di dunia ini, hanya ada segelintir saja yang dapat dikatakan milyarder. Seperti apa mereka?


1. Lakshimi Mittal


Asal Negara           : India

Kewarganegaraan: Inggris

Usia                        : 56 tahun

Status Perkawinan: Menikah, 2 anak

Perkiraan Kekayaan: 32 milyar (USS)

Sumber Pendapatan: Baja

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.


2. Warren Buffet


Asal Neqara: Amerika

Kewarganegaraan: Amerika

Usia: 76 tahun

Status Perkawinan: Duda, 3 anak

Perkiraan Kekayaan: 52 milyar (US$)

Sumber Pendapatan: Investasi

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.

3. Prince Al Waleed Bin Talal Al Saud


(keponakan Raja Saudi Arabia)

Asal Neqara: Saudi Arabia

Kewarganeqaraari: Saudi Arabia

Usia: 49 tahun

Status Perkawinan: Menikah, 2 anak

Perkiraan Kekayaan: 23,7 milyar (US$)

Sumber Pendapatan: Investasi

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.

4. Bill Gates


Asal Negara: Amerika

Kewarganegaraan: Amerika

Usia: 52 tahun

Status Perkawinan: Menikah, 3 anak

Perkiraan Kekayaan: 59,2 milyar (US$)

Sumber Pendapatan: Microsoft

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.

5. Ingvar Kamprad


Asal Negara: Swiss

Kewarganegaraan: Swedia

Usia: 80 tahun

Status Perkawinan: Menikah, 4 anak

Perkiraan Kekayaan: 33 milyar (US$)

Sumber Pendapatan: Ikea

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 8/10 dari jumlah hartanya.

6. Carlos Slim Helu


Asal Negara: Meksiko

Kewarganegaraan: Meksiko

Usia: 67 tahun

Status Perkawinan: Duda, 6 anak

Perkiraan Kekayaan: 67,8 milyar (US$)

Sumber Pendapatan: Telecom

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk aural: 9/10 dari jumlah hartanya.

Tapi semuanya masih dibawah Shahabat MILYUNER Abu Bakar Shiddiq yang menyumbang 100% Hartanya untuk Dijalan Allah SWT. Dia salah satu teladan kita semua.

Siapa yang mau menyusul dengan berrrsedekah. Terrr....rrr

Moderator

YM Network
Semoga artikel diatas bisa bermanfaat buat kita semua, khususnya sebagai motivasi kita, untuk melangkah lebih maju, dan buat para pemuda indonesia, jangan mudah menyerah, lakukanlah dengan kekuatan yang ada pada diri anda,
salam admin


kumpulanustad.blogspot.com

Senin, 12 November 2012

Gerakan Pelestarian Alam Yusuf Mansur



Malam ini matikan lampu sejam saja. Biasakah kita dengan seruan seperti itu itu? Yup , memang sudah seharusnya kita mulai sadar untuk menjaga lingkungan. Bisa bayangin nggak gimana seandainya es di kutub mencair, suhu lautan meningkat, kekeringan berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, belum lagi banjir besar-besaran dan gelombang badai hebat? Sepertinya, hal-hal mengerikan dalam film-film Hollywood bakal terjadi dalam dunia nyata. 

Mengerikan...Eits, jangan ketakutan duluan. Hal mengerikan itu bisa terjadi jika kita tidak menberupaya berbarengan untuk mencegah perubahan iklim. 


Perubahan iklim disebabkan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas bumi yang terus menerus. Misalnya pemborosan premium, listrik, penggunaan baterai, atau sepertinya ini nih yang paling sering kita lakukan: Buang sampah sembarangan.

Sadar nggak , kalau selama bertahun-tahun kita terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfer dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil. Rupanya, sikap kita itu dapat meningkatkan suhu iklim dunia yang akhirnya memicu perubahan iklim. Perubahan yang tidak dapat diprediksi seperti itu juga mematikan. 

Padahal, yang akan terkena dampak paling besar dari perubahan iklim adalah negara pesisir pantai, negara kepulauan, dan wilayah negara berkembang seperti Asia Tenggara. Indonesia pastinya termasuk dong , ya. So , jangan ditunda-tunda lagi deh . Mulai dari sekarang kita bersikap ramah lingkungan dan hemat energi. 

Allah SWT Berfirman :

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). ( Ar Rum : 41 )

Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 3 Yusuf Mansur

Selamat pagi sahabatku semua yang dirahmati allah, hingga hari ini kita masih diberi kesempatan untuk bisa menjadi hamba-hamba allah yang senantiasa untuk selalu menjalankan perintahnya dan menjauhi semua laranganya, Kali ini Kumpulanustad.blogspot.com akan Melajutkan tentang cerita kemaren tentang 

Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 2 Yusuf Mansur

kali ini saya akan melanjutkan postingan dari Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 3 Yusuf Mansur
Habis dijawab tidur sama saya, istri yang kebingungan, tetep sami'naa wa atho'na. He he, saya geli kalo inget ini. Saya pun aslinya kebingungan. Saya masuk ke kamar yang asing buat saya. Diikuti sama istri saya. Sambil bawa bantal di tangannya, he he he. Diikuti istri saya, sebab saya yang duluan masuk.
Kamar dengan lampu 10 watt itu tidak berlantai keramik. Lantainya tanah. Saya lupa apakah saat itu, 1999, Tangerang masih Jabar atau sudah Banten. Dua-duanya, wajar. Wajar apa? Ya, jika Tangerang masuk Jabar, maka Tangerang adalah dulu termasuk ujungnya Jabar. Wajar saja geliat pertumbuhan ekonomi tidak terlalu cantik dilihat. Kalo pun udah masuk Banten, mestilah dulu juga wajar belom kepikiran sebab masih di awal-awal.

Saya mengingat, Kampung Ketapang baru pada punya TV itu tahun 2000. Tahun 1999 hanya 1-2 yang punya. Subhaanallaah kan? Dan mestinya malah alhamdulillah. Adem. Adem ga ada tv, he he he. Ga ketergantungan dengan tv seperti sekarang.

Dulu, di Kampung Ketapang dingin. Tidur malem itu kalo ga pake baju, kedinginan. Itu juga mesti pake kaos kaki. Pohon di mana-mana. Rindang. Kebun-kebun, sawah, masih belom diganti dengan perumahan-perumahan baru nan angkuh, dan kontrakan-kontrakan yang ga berstuktur bangunan dan perwajahannya.

Kalo udah maghrib dateng, senyap sekali. Alhamdulillah ini di tanah Betawi. Banyak anak-anak mengaji, dan suaranya dominan. Hiburan terheboh buat warga kampung saat itu adalah layar tancep. Itu juga buat yang punya duit.

Saya ada di dalam kamar. Dan kamar itu bukan kamar saya. Itu kamar istri saya, peninggalan almarhum ayahnya. Udah gitu, sekarang saya udah jadi suami! Woooyyyy.... Saya udah jadi suami. Gemeteran. Asli. Ga tahu musti ngapain.

Istri saya itu diceritakan oleh ibunya, dan oleh nenek-neneknya adalah termasuk anak perempuan kampung yang selalu menjaga pandangannya. Tangannya pun tidak pernah menyentuh dan disentuh laki-laki yang bukan muhrim. Selain tentu saja suasana gadis kampung beda dengan gadis-gadis sekarang. Sekarang bisa jadi udah ga ada batasan kampung lagi. Relatif sudah maju, dan malah sudah terpengaruh dengan tv. Dan tentu saja, karena faktor usianya Maemunah. Baru 14th. Baru kelas 3 SMP.


Maemunah cerita ke saya, kalo beliau itu baru tahu wajah saya setelah 6(enam) bulan menikah. Beliau cerita, beliau ga pernah berani mandang wajah saya.
Jangan nanya tentang "malam pertama" ya... He he, puanjang perjalanannya. Beda lah dengan anak-anak sekarang. Malam pertamanya langsung jadi. Bahkan ada yang malam pertamanya jauh sebelom akad! Astaghfirullah. Tapi ya itulah kenyataan. 

Sungguh saya saat itu saya mau mengadu, bertanya. Tapi ga tahu musti nanya siapa. 
Apa pertanyaan yang mau ditanya? Sampe-sampe koq ga tahu musti nanya siapa?
Ya, sebab malu nanyanya. Pertanyaan seputar gimana caranya "ibadah" dengan istri. Ga paham dari mana mulainya. Duh. Saya tidur bersama dengan doa. Doa agar rumah tangga kami menjadi rumah tangga yang aman dari kejaran hutang dan permasalahan.
Loh? Koq to the point gitu?

Masya Allah. Kalo saya mengenang, saya itu masuk ke gerbang pernikahan dengan deg-degan. Belom saatnya saya berumah tangga. Dan itu lebih disebabkan bukan karena umur Maemunah. Tapi lebih pada diri saya masih banyak masalah hutang dan persoalan-persoalan hidup yang pelik buat saya. Nyangkut urusan perdata dan pidana.
Tapi saya kasih tahu istri saya dan mertua, bahwa insya Allah dengan ibadah dan doa, semua insya Allah bisa dilewati.

(bersambung).

semoga bermanfaat buat motivasi kita 
salam admin

kumpulanustad.blogspot.com