Selasa, 06 November 2012

Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 1 Yusuf Mansur


Pagi sahabat yang dirahmati allah, kali ini kumpulanustad.blogspot.com  akan berbagi info menarik nih, tentang Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 1 Yusuf Mansur, mau tau ceritanya seperti apa ,panasaran seperti apa, ayo kita simak sama-sama dan kita renungkan , kemudian kalau ada hikmahnya kita ambil dan kita jadikan kebiasaan kita dalam menjalani hidup didunia ini yang hanya sementara, ini dia Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 1 Yusuf Mansur


10 dzulhijjah atau pas hari 'ied, saya naik motor sama istri ke makam saya punya mertua dan adik ipar. Sebagai anak, ga ada salahnya ngejagain makam orang tua. Ini ga ada urusannya sama bid'ah. Ini sunnah ziarah kubur. Lagian sambil ngebersihin kuburan orang tua.

Alhamdulillah, sababiyah dikasih ujan sama Allah, jalanannya buecek. Naek motor ampe ngesot-ngesot. Saya demen kalo udah mau hampir jatoh. Jadi inget dulu. Duluuuu waktu Ketapang masih beloman diaspal. He he, dulunya kayak udah luama sekali ya? Duluuuuu. Tapi ya iya sih. Saya udah ga muda lagi. Udah 33 taon umurnya. Nikah umur 23 taon. Masuk ke Ketapang, Tangerang dari umuran 14-15 taon. Nikah taon 1999.
Begitu masuk ke pemakaman, saya sempet berbisik sama istri sambil megang tangannya; Kita bersyukur banget ya. Dulu ke makam, jalan kaki. Sekarang bisa naik motor. Dan naik motor bukan karena ga ada mobil. Sebab mobil kagak masuk ke areal pekuburan. Subhaanallaah... Perjalanan hidup. Kayaknya baru kemaren nyiap-nyiapin mie bulet ama mie telor buat dagang mie ayam pake gerobak. Sekarang udah di ujung 2009 dengan keadaan berbeda. Sambil minta doa dari istri supaya bisa makin hari makin tawadhu'. Makin diuji sama dunia, makin banyak pengasihnya sama orang. Makin dimuliakan Allah, makin takut telat shalatnya, dan makin sayang kalo ninggalin sunnah.
Penjaga kubur menyapa; "Kemaren kebobolan ya? Kemana aja itu RW? Depan mata sekali, pada ga tau...". Kami menjawab dengan senyuman aja. Sesungguhnya apa yg hilang? Kalo asal sebenernya itu engga ada. Semua dari Allah. Jadi ya terserah Allah saja.
Sampe makam persis, mulailah kami mendoakan. Ga jauh, ada Pak Mamat. Tetangga kampung. Dia dan istrinya juga sedang ngebersihin makam.
Ga lama, pas habis do’a-do’a, pamitan sama Pak Mamat yang masih belom rapih ngerapihin makam.
"Dulu, almarhum mertua ente itu temen saya. Temen ngojek... Temen akrab banget... Kalo pas ada yang nurunin kelapa, kita sama-sama berenti dulu ngojek, bantuin nurunin kelapa..."
Pak Mamat melanjutkan, "Alhmarhum mertua biar miskin agamanya kuat banget. Jarang kelihatan ninggal shalat...".
Ya, saya sudah dengar dari istri saya, bagaimana dia cerita tentang kebiasaan-kebiasaan almarhum mertua semasa hidup. Ihyaa-us Sunnah, benar-benar ada di beliau kayaknya. Amalan-amalan sunnah hidup. Memang mertua tidak menikmati secara dunia apa yg dilakukannya di dunia. Namun anak keturunannya, dan insya Allah saya sebagai mantunya, juga mendapat berkah. Saya menikahi anak yatim, dan istri saya ada adiknya yang jelas juga yatim. Berkah sekali.
Istri saya cerita, biar kata ngojek, beliau ga mau narik menjelang zuhur. Padahal zuhur itulah lagi rame-ramenya juga tarikan. Tapi beliau pulang. Untuk mandi, dan persiapan shalat di mushalla sambil makan di rumah. Bagian yang ini istri saya komentar: "Seri dah. Ngirit. Ngojek juga kalo makan di luar kan keluar duit juga." Betul juga.
Ini ya. Kebiasaan mandi jelang shalat, duh, saya sendiri jarang bebersih jelang shalat. Jarang tuker pakaian. Apa yang dipakai saat itu, ya itu yang dipakai untuk menghadap Allah. Masya Allah.
Dari istri saya juga, katanya mertua punya amalan-amalan sebelom tidur. Bangun selalu sebelom shubuh. Buat tahajjud dll amalan di waktu sahur. Istri saya selalu dibangunin sebelom shubuh juga. "Kita udah miskin (di dunia), masa mau miskin di akhirat juga. Ayo bangun tahajjud...".
"Puasanya juga rajin..."
Insya Allah saya percaya banyak orang-orang tua juga yang begini. Makanya bener, berkahnya kemudian mengalir ke anak keturunan dan keluarganya. Dan sering banget juga Allah berbaik hati memberikan Cahaya-Nya buat amal-amal yang dilakukan hamba-Nya ketika di dunia. Hingga kemudian ketika hamba-Nya ini masih hidup pun, Allah sudah naikkan derajat dan ubah hidupnya. Cuma emang rahasia umur, rahasia Allah.
Ketika saya menikahi istri saya, alhamdulillah saya menemukan kesederhanaan keluarga ini. Jika pun kehidupan kami berubah secara materi, mudah-mudahan tetep menampakkan kesederhanaan yang sama. Susah dimengerti memang, yah mudah-mudahan ini adalah Karunia Allah. Bukan "bala" bukan "musibah" dalam bentuk kecukupan. Loh??? Iya, ada juga bala dan musibah berupa kekayaan, kecukupan, kelimpahan rizki, kebagusan pangkat dan kedudukan. Di mana kemudian makin diberi makin kacau kehidupan si penerimanya. Akhirnya jatuhnya lebih sakit lagi.
Ust Yusuf Mansur

Penghujung 1999 saya menikahi istri saya. Kamar pengantin, adalah peninggalan mertua. Ya, kamar pengantin adalah kamar di mana istri saya sebagai anaknya, dikelonin hampir saban malam.
He he, istri saya waktu saya nikahi, masih tergolong masih belia. Masih baru 14 tahun. Kelas 3 SMP saat itu. Banyak kenangan beliau sama almarhum ayahnya. Rupanya kedekatan istri saya dan ayahnya itu juga yang kemudian menjadi warisan buat saya. Saya sebagai pengantin baru menempati kamar tersebut. Ranjangnya, ranjang beliau. Kasurnya juga. Kami ga sanggup beli yang baru dulu. Dan lantai kamar kami, masih tanah. Tanpa peluran. Apalagi keramik. Tanpa itu semua. Tanahnya pun bukan tanah rata. Tapi bergelenjur. Bergunduk-bergunduk kecil ga rata.
Dari luasan kamar yang kecil itu, sekotak dialasi dengan karpet plastik rombeng. Buat alas sajadah tipis. Subhaanallaah. Ya, saya mengingat, bukan hanya kasurnya yang tuipis buanget-buanget. Sajadah kami pun sajadah yang tipis. Tapi sungguh, kadang kami merasa air mata ketika di atas sajadah lebih enak jatuhnya saat itu.
Kamar yang nyaris tanpa lemari itu, diwarisi juga oleh kami tolet (lemari rias) zaman dulu banget. Lemari rias tahun 80-an awal. He he he, kata istri saya, itu malah dikasih sama engkong. Sama bapaknya bapak. "Bahkan rumah ini, kalo ga dibikinin engkong, ga ada kali," kata istri saya.
Jamaah semua. Namanya juga riwayat ya. Mudah-mudahan ada inspirasi. Hidup itu sunnahnya adalah perubahan. Mudah-mudahan Allah tidak menguji kita dengan perubahan keadaan yang tidak sanggup kita semua mengikutinya. Dari miskin ke kaya, kalau engga sanggup mengikutinya, malahan bahaya buat kita. Lebih bahaya ketimbang hidup tetap miskin. Maksudnya, bisa lari dan jauh dari Allah.
Sekedar mengenang keberkahan mertua juga, saya kadang sama istri tertawa. Ini ranjang, ranjang berderit. Mau tau tentang ranjang berderit? Tar aja terusin lagi ya... (Bersambung)
untuk lanjutnya bisa klik link dibawah ini
Lanjutan Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 2 Yusuf Mansur

Semoga Bermanfaat buat kita semua, 
salam admin
kumpulanustad.blogspot.com

Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 2 Yusuf Mansur



Pagi sahabat yang dirahmati allah, kali ini kumpulanustad.blogspot.com  akan berbagi info  tentang  Lanjutan Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 2 Yusuf Mansur, mau tau ceritanya seperti apa ,panasaran seperti apa, ayo kita simak sama-sama dan kita renungkan , kemudian kalau ada hikmahnya kita ambil dan kita jadikan kebiasaan kita dalam menjalani hidup didunia ini yang hanya sementara, ini dia Kisah Perjalanan Hidup Bersama Allah 2 Yusuf Mansur


Kisah masa lalu terkadang asyik diikuti, dikenang, dan diperdengarkan. Sebagai 'ibrah. Sebagai pelajaran. Ketika pahit itu kenangan, kadang kita mengingatnya sudah dalam keadaan itu kenangan belaka. Ga lebih. Benarlah ungkapan arif kalau sudah begitu: Waktu akan menyembuhkan luka. Dan ketika kenangan manis yang terlintas, sedang kita barangkali dalam keadaan terluka, moga-moga bisa jadi penghibur duka pelipur lara. 

Kemaren sampe mana ya? He he he, sampe RANJANG BERDERIT ya?
Itu ranjang pengantin. Tapi ini ga ada kaitannya dengan film horor ya, he he. Ini ranjang pengantin kami.

11 Desember 1999 atau bertepatan dengan 3 Ramadhan, kami melangsungkan akad nikah. Kami berangkat ke Bogor. Ke guru saya. Minta dipersaksikan oleh beliau. Yang menikahkan adalah wali dari Maemunah, istri saya. Saya dipertemukan dan diperkenalkan oleh Allah dalam keadaan istri saya baru beberapa pekan menjadi yatim. Maemunah, 14 tahun saat itu, dan sedang duduk di bangku SMP kelas 3.
Pulang dari Bogor sudah jam 23 lebih. Hampir jam 24 malah.


Setibanya di rumah mertua perempuan (udah jadi mertua, he he he), mertua perempuan langsung masuk kamar. Saat itu saya bingung. Mau kemana ya? He he. Bingung, apa pura-pura bingung? Engga, bingung beneran koq. Saat itu saya duduk di depan ruang tv yang ga bisa disebut ruang tv pada kebanyakannya. Tapi subhaanallaah walhamdulillah. Keadaan itu jauh jauh lebih saya syukuri ketimbang saya di sel dulu. Mertua perempuan masuk kamar. Maemunah, yang saat itu sudah jadi istri saya, juga masuk kamar. Lah? Tinggal saya sendirian di ruang tamu.

Lagi mikirin "nasib", he he, tiba-tiba Maemunah keluar dari kamarnya bawa bantal. Ya, bawa bantal. Saya tanya, "Mau kemana De?" "Mau tidur," jawab Maemunah. Tidur di mana? Tanya saya. Tidur sama emak, jawabnya lagi. Ha ha, saya spontan jawab, koq tidur sama emak? Tidur sama Kaka lah. Kan udah jadi istri Kaka.



Asli. Saat itu saya lihat mukanya Maemunah kayak kebingungan. Jangan samain anak perempuan sekarang dengan beliau ya. Anak sekarang mah umur 10 tahun udah gede banget. Gede kelakuannya, he he he. Anak-anak belasan tahun sekarang sudah nenteng-nenteng majalah kosmo dan majalah-majalah gaul lainnya. Lebih cepat dewasanya. Maemunah mah beda. Beliau anak perempuan kampung yang asli sederhana. Sampe sekarang beliau ga berubah.

Didikan ayah ibunya, jam 3-an udah bangun. Shalat tahajjud, zikir-zikir sebentar, dan kemudian menanak nasi, memasak air, dan memulai kerjaan bersih-bersih. Wuah kayak di film-film zaman dulu deh.
Maemunah yang ga suka nonton TV, dari dulunya sampe sekarang, jelas seumurannya ya masih belia sekali. Ditambah dulu itu sinetron ga kayak sekarang. Maka ketika saya todong: Koq tidur sama emak? Ya sama Kaka lah... He he, wajahnya kebingungan. (Bersambung) # eeeiiittt...!!! Koq bersambung lagi? Cerita Ranjang Berderit belom diceritain? Iya. Ntar sekalian. Bersambung dulu ya...

itu tadi kisah dari yusuf mansur, tunggu ya kisah selanjutnya , 
semoga bermanfaat 
salam admin
kumpulanustad.blogspot.com

KATA SAMBUTAN E-MIRACLE dari direktur ( Gunadi S )

selamat datang di kumpulanustad.blogpsot.com

Hai hamba allah yang dirahmati, kali ini kumpulan ustad akan berbagi info/sajian menari buat kita baca yaitu tentang KATA SAMBUTAN E-MIRACLE dari direktur ( Gunadi S )  semoga sajian artikel dibawah ini bisa menjadi info atau ilmu atau wawasan buat kita, untuk rancangan atau tambahan ide buat kita, dengan meniru usaha dari yusuf mansur, semoga sajian dibawah bisa bermanfaat, selamat membaca di kumpulanustad.blogspot.com, 

Kesulitan dan masalah hidup serta keinginan seolah-olah menjadi sebuah mata rantai yang tak akan pernah putus dalam setiap kehidupan manusia, namun demikian bukan berarti manusia tidak mampu menghadapi itu semua.


KATA SAMBUTAN – dari direktur ( Gunadi S )


Kesempatan untuk merubah keadaan adalah salah satu jalan yang harus dimiliki oleh setiap individu dan selain itu sebuah keselarasan potensi yang dimiliki oleh setiap individu yang harus diexplore lebih dalam lagi, yaitu keselarasan potensi vertical dan horizonta.
E-Miracle memang bukan satu-satunya wadah yang memberikan kesempatan untuk merubah itu, tapi disini anda akan menemui perbedaan yang sebelumnya tidak anda dapatkan yaitu menemukan potensi yang anda miliki.. sebuah kekuatan keselerasan vertikal dan horizontal.


E- Miracle adalah sebuah program dari PT. Weha Dinamika Selaras, dimana program ini dirancang untuk siapa saja yang ingin mendapatkan sebuah perbedaan untuk menggapai apa yang diinginkan setiap individu, bukan hanya segi potensi Materi tapi segi spiritual dan semangat kebersamaan yang bisa menunjang terwujudnya impian anda.




Bergabung dengan e-miracle berarti anda masuk ke sebuah wadah yang didalamnya terdapat fasilitas-fasilitas yang dirancang untuk para anggotanya agar bisa mambangun jiwa-jiwa spiritual Entrepreneur, melalui pelatihan, seminar, dan kegiatan amal usaha yang bisa menjadi salah satu pintu ikhtiar anda yang tentunya akan menjadi keuntungan dan keistimewaan tersendiri untuk anda.
Melalui Miracle ini pula anda dan bersama anggota yang lainnya bisa membangun sebuah jaringan yang dinamis dan harmonis, dimana para anggotanya bisa saling berbagi spirit dan motivasi, sehingga apa yang anda harapkan dan butuhkan bisa anda dapatkan, yaitu sebuah perbedaan yang belum pernah anda temui sebelumnya, temui IMPIAN dan WUJUDKAN IMPIAN ANDA.


VISI : Kaya dunia dan Akherat
MISI : Memperkuat ekonomi Bangsa dengan meningkatkan potensi ekonomi Individu melalui jalinan silaturahim yang erat


KEUNGGULAN BISNIS


* SYSTEM :
o System Marketing Plann : dirancang untuk mudah dipahami dan dikuti siapa saja
o Jenjang karier : Jenjang karier / peringkat yang dinamis yang memacu mitra untuk selalu mempercepat omset usahanya
o Bonus / Profit member :
+ Disediakan Bonus menarik yang dihitung baik dari omset usaha member maupun pertumbuhan jaringan member
+ Pembagian keuntungan yg berbasiskan bagi hasil yang mudah dihitung


o Program percepatan omset : yaitu suatu system yang dimodifikasi untuk mengakomodir kebutuhan member yg ingin mendapatkan penghasilan cepat tanpa memikirkan kenaikan peringkat, dan system ini merupakan tren di dunia bisnis berjenjang saat ini


* PRODUK
e-miracle saat ini memberikan pilihan produk yang bermanfaat, dan dibagi beberapa
katagori :
o Pustaka Weha : Produk dari hasil karya Ust.Yusuf Mansur
+ Buku – buku
+ CD tausiah
+ DVD Pelatihan dan tausiah
o Produk Kesehatan : Berupa makanan dan minuman kesehatan alami
+ Enzim Pro : propolis lebah yg disajikan dlm bentuk serbuk
+ ………
+ ………
o IT dan Komunikasi :
+ Ebook
+ Pulsa
+ dll


catatan :


* Produk yang tersedia saat ini : Pustaka weha, enzim Pro dan Pulsa Elektrik Nasional


* PENDIDIKAN / PELATIHAN :
o Spiritual : Pelatihan dan seminar berupa pembekalan mental, pola pikir dan pola ikhtiar
o Kewirausahaan : Pelatihan dan seminar yang membawa anggota agar benar2 memasuki dunia kewirausaha yang sesungguhnya
o Tematik : Berupa pelatihan maupun seminar yang sedang inn dan menjadi kebutuhan sendiri bagi anggota


DATA PERUSAHAN :


PT. Weha Dinamika Selaras
Gd. Al-ikhlas – Daarul Qur’an International
Jln. Thamrin dalam – Rt.01 Rw.05, Ketapang Cipondoh
Tangerang – Banten


Telp : 021.554.1800 – 021.554.2000
Fax : 021.557.434.99


Email : e.miracle@ymail.com


TDP : 30.06.1.52.05082
NPWP : 02.968.181.4-416.000
SIUP : 0858/PK/IX/2009

MLM e-Miracle

Pesan Ustadz Yusuf Mansur Buat MLM e-Miracle

Bukan MLM biasa...

Ia harus jadi MLT, Multilevel Tahajjud.
MLD, Multilevel Dhuha.
MLS, Multilevel Sedekah.
MLFidz,Multilevel Tahfidz.
Pokoknya MLA...Multilevel Amal.

Setiap member barunya,harus masuk pondok dulu,barang sehari dua hari;ngaji... dan jadi santri.

Belajar dulu tentang benahin yang wajib,dan ngidupin yang sunnah.Belajar dulu tentang halal haram,dan 10 dosa besar.Belajar tentang bisnis & usaha yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah. Bukan yang malah menjauhkan kita, dari Allah. Termasuk belajar bersilaturahim.


Setiap member MLM e-Miracle,

kudu jadi santri tahfidz, yang menghafal al Qur'an walau 1 hari 1 ayat. Setiap membernya,kudu berusaha negakin dhuha, di setiap pagi yang dia lewati. Kudu berusaha tahajjud, di setiap malam yang dia lalui. Kudu ada qabliyah ba'diyahnya, dan kudu ada juga sedekahnya.


Setiap membernya adalah pedagang,yang belajar juga menjadi pendakwah tanpa perlu nunggu jadi ustadz yusuf mansur. 

Yakni dengan 3 pilar e-Miracle: ajak...rawat... dan beri Uswatun Hasanah.

Do'a Mustajab dikala Kita Galau/ Sedih

Hallo sahabatku yang dirahmati allah swt, Kali ini kumpulan ustad akan berbagi info tentang Do'a Mustajab dikala kita galau / sedih , penasaran seperti apa, simak lah artikel dibawah ini buat para Pembaca Kumpulanustad.blogspot.com


اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي


Allaahumma innii 'abduka wabnu 'abdika wabnu amatik, naashiyatii biyadik, maadlin fiyya hukmuk, 'adlun fiyya qadlaa'uk, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahuu fii kitaabika, au 'allamtahu ahadan min khalqika, awis ta'tsarta bihii fii 'ilmil ghaibi 'indaka, an taj'alal Qur'aana rabii'a qalbii wanuura shadrii wajalaa'a huzni wa dzahaaba hammii


Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku."


Doa di atas didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Mas'ud radliyallah 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa di atas) . . . melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan.


Ibnu Mas'ud berkata, "Ada yang bertanya, 'Ya Rasulallah, bolehkah kita mempelajarinya?' Beliau menjawab, 'Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya'." (HR. Ahmad dalam Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim dalam Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2372, Al-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir no. 10198 –dari Maktabah Syamilah-. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya dalam kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.)


1. Apabila yang Berdoa Seorang Wanita


Bentuk lafadz doa di atas untuk mudzakar (laki-laki), Ana 'Abduka (aku hamba laki-laki-Mu), Ibnu 'Abdika Wabnu Amatik (anak laki-laki dari hamba-laki-laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba perempuan-Mu). Kalau yang berdoa adalah laki-laki tentunya lafadz tersebut tepat dan tidak menjadi persoalan. Namun, bila yang berdoa seorang muslimah, apakah dia harus mengganti lafadz di atas dengan bentuk mu'annats (untuk perempuan), yaitu denganAllaahumma Inni Amatuk, Ibnatu 'Abdika, Ibnatu Amatik (Ya Allah aku adalah hamba wanita-Mu, anak perempuan dari hamba laki-laki-Mu dan anak perempuan dari hamba perempuan-Mu)?


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah ditanya tentang seorang wanita yang mendengar doa di atas, tapi dia tetap berpegang dengan lafadz hadits. Lalu ada yang berkata padanya, ucapkan, "Allahumma Inni Amatuk . . . ." namun dia menolak dan tetap memilih lafadz dalam hadits, apakah dia dalam posisi yang benar ataukah tidak?


Kemudian beliau menjawab, "Selayaknya dia mengucapkan dalam doanya,"Allahumma Inni Amatuk, bintu amatik . . ." dan ini adalah yang lebih baik dan tepat, walaupun ucapannya, 'Abduka, ibnu 'abdika memiliki pembenar dalam bahasa Arab seperti lafadz zauj (pasangan; bisa digunakan untuk suami atau istri-pent), wallahu a'lam." (Majmu' Fatawa Syaikhil Islam Ibnu Taimiyah: 22/488)


Syaikh Abdul 'Aziz bin Baaz rahimahullah pernah juga ditanya tentang cara berdoanya seorang wanita dengan doa tersebut. Apakah wanita itu tetap mengucapkan, "wa ana 'abduka wabnu 'abdika" (dan saya adalah hamba laki-laki-Mu dan anak laki-laki dari hamba laki-laki-Mu) ataukah harus mengganti dengan, "Wa ana amatuk, ibnu 'andika atau bintu 'abdika"?


Beliau rahimahullah menjawab, "Persoalan ini luas Insya Allah, Persoalan dalam masalah ini luas. Apabila wanita itu berdoa sesuai dengan hadits, tidak apa-apa. Dan jika berdoa dengan bentuk yang ma'ruf bagi wanita,Allahumma innii amatuk, wabnutu 'abdika, juga tidak apa-apa, semuanya baik


Doa di atas mengandung persoalan-persoalan pokok dalam akidah Islam di antaranya:


1. Rasa gundah dan sedih yang menimpa seseorang akan menjadi kafarah (penghapus dari dosanya) berdasarkan hadits Mu'awiyah radliyallah 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sabda,


مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ فِي جَسَدِهِ يُؤْذِيهِ إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ عَنْهُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ


"Tidak ada sesuatu yang menimpa seorang mukmin pada tubuhnya sehingga membuatnya sakit kecuali Allah akan menghapuskan dosa-dosanya." (HR. Ahmad 4/98, Al-Hakim 1/347 dan beliau menyatakan shahih sesuai syarat Syaikhain. Imam al-Dzahabi menyepakatinya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Shahihah 5/344, no. 2274)


Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:


مَا يُصِيبُ الْمُسْلمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ


"Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya.” (Muttafaqun alaih)


Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata dalam Syarh Riyadhish Shalihin (1/94): “Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, sampaipun duri yang mengenai dirimu, akan berlalu tanpa arti. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu. Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. Ini merupakan nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sehingga, bila musibah itu terjadi dan orang yang tertimpa musibah itu:


a. Dia mengingat pahala dan mengharapkannya, maka dia akan mendapatkan dua balasan, yaitu menghapus dosa dan tambahan kebaikan (sabar dan ridha terhadap musibah).


b. Dia lupa (akan janji Allah Subhanahu wa Ta'ala), maka akan sesaklah dadanya sekaligus menjadikannya lupa terhadap niat mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.


Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau larut dalam kesedihan karena kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu, tak akan akan berlalu tanpa arti.


Dengannya Allah akan memberi pahala dan menghapuskan dosamu. . .


Dari penjelasan ini, ada dua pilihan bagi seseorang yang tertimpa musibah: beruntung dengan mendapatkan penghapus dosa dan tambahan kebaikan, atau merugi, tidak mendapatkan kebaikan bahkan mendapatkan murka Allah Ta’ala karena dia marah dan tidak sabar atas taqdir tersebut.”


2. Kedudukan ubudiyah merupakan tingkatan iman tertinggi. Karenanya, seorang muslim wajib menjadi hamba Allah semata dan senantiasa beribadah kepada-Nya, Dzat yang tidak memiliki sekutu. Hal ini ditunjukkan lafadz, Inni 'Abduka Wabnu 'Abdika Wabnu Amatik (Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu).


Kedudukan ubudiyah merupakan tingkatan iman tertinggi. Karenanya, seorang muslim wajib menjadi hamba Allah semata dan senantiasa beribadah kepada-Nya, Dzat yang tidak memiliki sekutu.


3. Semua urusan hamba berada di tangan Allah yang diarahkan sekehandak-Nya. Dan masyi'ah (kehendak) hamba mengikuti kehendak Allah. hal ini ditunjukkan oleh lafadz, Naashiyatii biyadik (Ubun-ubunku berada di tangan-Mu).


4. Allah yang berhak mengadili dan memutuskan perkara hamba-hamba-Nya dalam perselisihan di antara mereka. Hal ini ditunjukkan oleh lafadz, 'Adlun fiyya qadla-uka (Ketetapan-Mu adil atas diriku). Allah Ta'ala berfirman,


إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ


"Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, . ." (QS. Yuusuf: 40)


5. Ketetapan takdir-Nya adil dan baik bagi seorang muslim. Jika dia mendapat kebaikan, bersyukur, dan itu baik baginya. Sebaliknya, bila tertimpa keburukan (musibah atau bencana) dia bersabar, dan itupun baik baginya. Semua perkara orang mukmin itu baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh ornag beriman. (HR. Muslim)


6. Anjuran untuk bertawassul dengan Asmaul Husna (Nama-nama Allah yang Mahaindah) dan sifat-sifatnya yang Mahatinggi. Allah perintahkan sendiri bertawassul dengannya dalam firman-Nya,


وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا


"Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu . ." (QS. Al-A'raaf: 180)


7. Nama-nama Allah dan sifat-sifatnya adalah tauqifiyyah yang tidak diketahui kecuali melalui wahyu. Allah sendiri yang menamakan diri-Nya dengan nama-nama tersebut dan mengajarkannya kepada para hamba-Nya.


8. Nama-nama Allah tidak terbatas pada 99 nama. Hal ini ditunjukkan oleh lafadz, awis ta'tsarta bihii fii 'ilmil ghaibi 'indaka (atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu).


Sedangkan hadits yang menerangkan jumlah nama Allah ada 99,


إنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ


"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghafalnya pasti masuk surga." (HR. Bukhari dan Muslim) Menurut imam al-Khathabi dan lainnya, maknanya adalah seperti orang yang mengatakan "Saya memiliki 1000 dirham yang kusiapkan untuk sedekah," yang bukan berarti uangnya hanya 1000 dirham itu saja. (Majmu' Fatawa: 5/217)


9. Al-Qur'an memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus. Keberadaannya laksana musim semi bagi hati orang mukmin, memberi kenyamanan pada hatinya, menjadi cahaya bagi dadanya, sebagai pelipur kesedihannya, dan penghilang bagi kesusahannya. Hal ini menunjukkan kedudukan Al-Qur'an yang sangat tinggi dalam kehidupan manusia, baik individu, masyarakat, atau suatu umat.


10. Siapa yang datang kepada Allah pasti Allah akan mencukupkannya, siapa yang menghaturkan kefakirannya kepada Allah, Dia pasti mengayakannya. Siapa yang meminta kepada-Nya, pasti Dia akan memberinya. Hal ini ditunjukkan lafadz hadits, "Melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kesusahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan."


11. Wajib mempelajari Al-Sunnah dan mengamalkan serta mendakwahkannya. Sesungguhnya Sunnah memuat petunjuk kehidupan manusia secara keseluruhan. Hal ini ditunjukkan oleh kalimat di ujung hadits, "Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya." Wallahu a'lam bil Shawab.

itulah beberapa Do'a Mustajab dikala kita galau /sedih
semoga bermanfaat buat kita semua, 
salam admin

kumpulanustad.blogspot.com

Berdzikirlah hingga Dianggap Gila

Kali ini kumpulan ustad akan berbagi info tentang Berdzikir/Berdzikirlah hingga Dianggap Gila seperti apa sih berzikir hingga gila, penasaran seperti apa, simak lah artikel dibawah ini buat para Pembaca Kumpulanustad.blogspot.com

Begitu rindu. Rasanya ingin segera menjumpainya. Rindu dengan orang yang sangat dicintai. Perjalanan panjang ditempuhnya. Tak mempedulikan badai gurun. Tak peduli sengatan terik matahari yang membakar. Dahaga tak tertanggung. Perlahan-lahan ia terus menjejaki perjalanan dengan onta. Sampai menjelang tujuan. Langit sudah mulai temaram. Menjelang malam. Ia ingin segera berjumpa dengan sang kekasih Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam.

Justru sampai di kota suci Madinah keinginannya pupus. Dadanya sesak. Nafasnya seakan berhenti. Di masjid Nabawi ia terduduk lesu. Sedih. Tak terperikan. Rona wajahnya pucat. Karena perasaannya yang bercampur dengan sedih. Perjalanan panjang yang telah ditempuhnya, bagaikan sebuah kisah yang sia-sia. Ia menjadi pasrah. Ketika sampai di Madinah mendengar kabar Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam wafat. Orang yang ia cintai wafat. Seakan ia tak percaya. Di masjid Nabawi ia bermunajat. Do’a-do’a panjang ia ucapkan. “Ya Rabb. Semoga kepergian Baginda Rasullullah shallallahu alaihi wa salam, tak menggoyahkan imanku”, pintanya.

Bukan hanya ia yang tak percaya Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam wafat, juga Umar Ibn Khaththab tak percaya. “Siapa yang mengatakan Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam wafat akan berhadapan denganku”, tegas Umar. Sampai datang sahabat Abu Bakar yang mengingatkan Umar: “Barangsiapa yang beribadah kepada Muhammad, sesungguhnya ia telah meninggal. Dan, barangsiapa yang beribadah kepada Allah, maka Allah hidup selama-lamanya”, kata Abu Bakar. Itulah ucapan yang mengakhiri berbagai kegalauan dilingkungan kaum muslimin.

Tak sedikit yang murtad. Tak sedikit yang menjadi ingkar. Meninggalkan agama Islam. Mereka terlalu mencintai Baginda Rasululllah shallallahu alaihi wa salam. Betapa. Kehidupan yang penuh dengan tipu daya. Orang-orang yang dulunya menerima Islam, meninggalkan Islam. Karena mereka ‘beriman’ dan ‘beribadah’ kepada manusia. Bukan yang menciptakan manusia. Dua pertiga penduduk jazirah Arab murtad, ketika Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam wafat. Khalifah Abu Bakar As-Shidiq, yang menggantikan Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam, pertama yang dilakukan adalah memerangi orang-orang yang murtad. Mereka yang memusuh Islam, ketika Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam wafat. Orang-orang yang murtad itu harus dipunahkan. Mereka akan menjadi bibit penyakit yang merusak. Merusak aqidah. Merusak ikatan aqidah dan iman umat. Mereka akan menjadi musuh-musuh, yang memerangi barisan Islam. Langkah Abu Bakar ra memerangi orang-orang yang murtad adalah sebuah keniscayaan.

Orang yang menempuh perjalanan panjang dari Syam, ke Madinah, tak lain adalah Abu Muslim Abdullah bin Tsaub al-Khaulani ad-Darani rahimahullah.Ia seorang mu’min yang mukhlis. Ia seorang imam yang berilmu dan zuhud. Ia menempuh perjalanan panjang ingin berjumpa dengan Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam untuk mendampinginya. Ia ingin belajar adab-adab dari Rasulullah. Segala kesulitan ia lewati. Demi memenuhi keinginannya bertemu dengan Nabi shallallahu alaihi wa salam. Kehidupan Nabi yang mulia menjadi tujuannya. Niat itu tak terwujud. Karena, Baginda Rasululllah shallallahu alaihi wa salam wafat.

Abu Muslim mendapat cobaan lebih berat. Ada orang yang mengaku nabi. Mengaku sebagai pemimpin umat. Mengaku orang yang menerima wahyu. Laki-laki yang mengaku nabi adalah Aswad al-Anasi. Aswad benar-benar menjadi bencana bagi orang-orang yang beriman.Aswad tidak membiarkan orang-orang yang tidak mau mengakuinya sebagai nabi. Maka, Aswad memanggil Abu Muslim, agar imam yang mukhlis itu menghadapnya. Aswad lupa dan tidak mengira bahwamasih ada mereka yang beriman yang tidak mengakui ada Nabi selain Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam. Imam yang jujur itu, Abu Muslim, memberikan pelajaran yang berharga kepada Aswad. Memolak Aswad permintaannya sebagai nabi.

“Apakah engkau bersaksi bahwa sesungguhnya Muahmmad adalah Rasulullah?”, tanya Aswad, yang mengadili Abu Muslim. “Ya”, jawab Abu Muslim. “Kalau begitu, engkau bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah?”, tanya Aswad. Dengan nada mengejek Abu Muslim menjawab: “Aku tidak mendengar”, jawabnya. Aswad mengulangi lagi pertanyaannya: “Apakah engkau bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah?”, tanyanya. “Ya”, jawab Abu Muslim. “Kalau begitu, engkau bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah?”, tanyanya lagi. Abu Muslim kembali menjawab dengan nada yang mengejek: “Aku tidak mendengar”, tandasnya. Aswad marah. Memerintahkan orang-orangnya mengumpulkan kayu bakar, dan membakar. Di tengah kobaran api yang menyala-nyala itu, dilemparkan Abu Muslim ke dalam kobaran api. Keanehan terjadi. Abu Muslim badannya tak tersentuh oleh api. Aswad terbelalak. Tak percaya melihat kejadian itu. Ini karomah yang membuat orang-orang disekelilingnya bingung.

Suatu ketika Abu Muslim bersama dengan Abu Bakar, dan duduk di tengah-tengah mereka dan berkata: “Segenap puji hanya Allah yang belum mematikan aku, sehingga aku sempat menyaksikan seseorang umat Rasulullah shallallahu alaihi wa salam yang mengalami seperti yang dialami oleh Ibrahim khalilullah alaihi wa salam”. Karamah yang dimiliki Abu Muslim mirip dengan Nabi Ibrahim.

Abu Muslim tak mau bergaul dengan para pencari dan pencinta dunia. Bila ia duduk dengan seseorang yang membicarakan dunia, lalu Abu Muslim al-Khaulani rahimahullah segera mengalihkan pembicaraannya. Ia tak mau terlibat dalam pembicaraan masalah-masalah dunia. Hati Imam Abu Muslim selalu tertambat dengan dzikir kepada Rabbnya Azza wa jalla. Hatinya selalu berusaha mencari ketaatan dan keridhaan kepadaNya. Ia suka mengumandangkan kalimat takbir. Sekalipun hanya dengan anak-anak yang belum dewasa.

Abu Muslim rahimahullah berpesan: “Berdzikirlah kepada Allah sampai orang-orang dungu memandangmu sebagai orang gila”. Begitulah sepenggal kisah kehidupan Abu Muslim yang penuh dengan karamah. Ia selalu ingat dan berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla. Bukan meninggalkan Rabbnya, hanya tertipu germerlap kehdupan dunia, yang tak seberapa. Hanya orang-orang yang mukhlisin yang dapat memahaminya atas kehidupan ini. Wallahu ‘alam

Semoga Bermanfaat sahabat yang dirahmati Allah swt
Salam admin
Kumpulanustad.blogspot.com

Status Yusuf Mansur


Do'a Dari Yusuf Mansur

OK sahabat yang dimuliakan allah, kali ini kumpulan ustad akan berbagi info tentang status Yusuf mansur , mungkin gak terlalu penting Tapi ini merupakan Do'a kita buat hamba-hamba allah yang lainnya agar terselamatkan dari godaan syetab, Penasaran seperti apa status;/ Do'a dari yusuf mansur ini dia Do'anya...!

Yaa Allah Yaa Robbi Yaa Maalikiyaumiddin, Selamatkan generasi umat Islam khususnya negeri ini. Berilah mereka perlindungan-Mu, Sehatkan semua anak2 kaum Muslimin, jauhkan dari penyakit dan bermacam2 wabah, Jauhkan juga dari pengaruh2 Setan, Mudahkanlah mereka menghapal Al Qur'an, Berilah kami2 sbg orang tua ini petunjuk dalam menyiapkan Generasi Qur'ani yg Istiqomah, Amin Yaa Robbal 'alamiin. Al Fatihah ..



Semoga Do'a ditas  bisa bermanfaat buat kita semua.
salam admin
kumpulanustad.blogspot.com