Senin, 04 November 2013

penyakit penyakit yang berasal dari akhlak kita

berikut ini beberapa artikel yang saya kutip dari blog sebelah , karena menurut saya sangat bermanfaat buat kita semua, 
oya sahabat yang dirahmati allah subhanawata'ala dibawah ini artikel yang mungkin bermanfaat..


thalasemia: [thalasemia apa saja], penyakit ini berhubungan dengan sum-sum tulang belakang, biasanya anak kecil yg menderita ini. hal ini berkaitan dengan kedua orangtuanya yg memiliki sifat pemarah yg kuat dan jika sudah marah dia diam yg sangat kuat pula.


sakit pada kaki/lutut kiri: disebabkan ada sesuatu yg diinginkan tetapi ngotot... [walahualam]


jantung: hal ini berhubungan dengan ego kita.

jantung - klep bocor: hal ini berhubungan dengan marah yg dipendam, kemudian dinasehati tidak mau mendengar


sesak nafas: berhubungan juga dengan marah yg disimpan/dipendam


maag: berhubungan dengan sering marah-marah/ngomel di keluarga.


hepatitis: [hepatitis a atau b sama aja], penyakit ini disebabkan kita memiliki dendam yg berkepanjangan


paru-paru: hampir sama dengan jantung, penyakit ini biasanya orangnya pendiam tapi emosian


susah bicara [padahal tadinya bisa bicara]: berhubungan dengan orang yang jengkel tapi tidak diungkapkan/tidak dibicarakan.


selain itu ada pula penyakit lainnya yg bukan berhubungan dengan emosi, antara lain:


gangguan pada mata: berhubungan dengan suka meremehkan orang lain


sakit kepala berat: berhubungan dengan pikiran. misalkan diajak berdiskusi tapi berpikir kemana-mana. atau seorang pendiam yg pemikir berat.


penyakit-penyakit tersebut pada dasarnya bukan dialami karena sifatnya yg baru tapi karena akhlak yg mereka lakukan itu sudah lama dilakukan. sehingga Allah memberi teguran di masa tuanya atau kepada anaknya. atau ketika si anak sudah menikah [biasanya berhubungan kejengkelan kepada orang tua yg dipendam]. sebelum kita jatuh sakit, lebih baik mencegahnya bukan? jagalah hati kita, jagalah akhlak kita, jangan suka emosi, jangan mendendam, rajinlah berwudhu, rajinlah membaca Al Qur'an, sering bertobat, dan maafkanlah kesalahan orang lain pada kita.



Sakit ginjal:
jika seseorang sudah berkeluarga mengeluhkan penyakit ini, ia sesungguhnya ingin melakukan kebaikan pada keluarganya tapi ia takut [kaku untuk menceritakan] dengan suami/istrinya. Karena itu janganlah takut [ragu/kaku] untuk melakukan kebaikan, lebih baik dikatakan/dilahirkan. “saya gak habis pikir, kok bisa ya dititipi sakit/teguran juga? – namun sesungguhnya Allah lah yg lebih tau yg terbaik bagi hambaNya”.
Jika sesorang belum berkeluarga dititipi sakit ini, maka ia sebenarnya sudah melihat kejahatan terjadi di depannya [pada lingkungan sekitar/keluarganya] namun ia tidak mampu menegur/tidak mampu menyampaikan ayat Allah Subhana Wata’ala. Dengan kata lain, ia diam saja [lain dengan cuek ya…].

Sakit pada rahim/myom:
Biasanya jengkel [jengkel yg dipendam] kepada suami, jika ia berkeluarga atau kepada orangtua, jika ia belum berkeluarga. Kalopun sebelumnya menikah punya keluhan pada rahim juga, coba koreksi apakah pernah jengkel kepada kedua orangtuanya atau salah satunya? Banyak beristigfar ya… dan coba melakukan hal-hal yg tidak disukai atau menghindari kejengkelan dg sering berpikir positif, minta pada Yang Maha Pengasih Penyayang menumbuhkan rasa kasih sayang pada diri kita, dan minta kepada Yang Maha Lembut untuk menurunkan sifat lembut pada kita, suami dan orangtua.

Sakit pada mata kiri:
Melihat sesuatu/seseorang hanya keburukaaaan saja atau su’udzan. Istigfar yah…

Polip:
Ini biasanya terjadi pada seseorang yg pendiam tapi sering berpikir terlalu berat, kemudian ada sesuatu yg ingin disampaikan tapi gak bisa dikeluarkan. Istigfar juga yah…

Ada benjolan di telinga kiri [atau sakit pada telinga kiri hingga bagian dagu]:
Adalah orang-orang yg mudah tersinggung. ‘usahakan jangan mudah tersinggung lagi ya, belajar untuk ikhlas’
Kalau sakit telinga kanan:
Adalah orang-orang yg tidak mau mendengar nasehat.

Sakit pada kaki:
Hal-hal yang berhubungan dengan emosi, keras kepala [kaku], misal ada sesuatu yg diinginkan kemudian menyuruh seseorang memakai otot, maksa/ingin segera dilaksanakan dan marah jika tidak langsung dilaksanakan. Ck ck…

Jika ada anak yg belum akil baligh mengalami hal ini, coba cek ahlak orangtuanya, ayah atau ibunya [atau keduanya] pernahkan berbuat seperti tersebut di atas? Jika ia, segera memohon ampun kepada Allah Subhana Wata’ala dan minta supaya anaknya disembuhkan. Selain berdoa dengan kekuatan penuh, kita ubah akhlak kita, mengerjakan solat tepat waktu, mengerjakan sunnah2 Rosul dan bersedekah dengan niat ikhlas
.


7 ciri orang 'sok tahu' bagus untuk intropreksi diri

 7 ciri orang 'sok tahu'  bagus untuk intropreksi diri , sahabat yang dirahmati allah ..
sudah lama saya tidak update blog ini lagi , semoga artikel berikut ini bermanfaat buat sahabat semuanya.
berikut ini ada artikel yang berjudul  7 ciri orang 'sok tahu'  bagus untuk intropreksi diri ,,yang saya ambil dari blog mbak http://luveducky.blogspot.com , karena bagus2 artikelnya makanya saya sampaikan juga disini ..
silahkan membaca dan dipahami .

1. Enggan Membaca
Ketika disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.

Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja." Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus." Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.

2. Enggan Menulis
Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.

Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"?

3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan
Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.

Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.

4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham
Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid'ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32)

Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."

5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain
Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi).

Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil."

6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat
Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli.

7. Suka Berdebat Kusir
Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran.

Demikianlah beberapa ciri orang yang sok tahu menurut surat al-'Alaq dalam pemahamanku. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu. Aamien.

Sumber : Al Qur'an Dan Al Hadits.

Oleh : Ruly Wiharnoto
yahya.ayyash@mail

Read more: http://luveducky.blogspot.com/2008/12/luvislam-7-ciri-orang-sok-tahu.html#ixzz2jkJhcsFr